Bocah SD Datang Ke Kamar, Aku Colek Dan Aku Pegang, Sudah!

oleh

Bocah SD Datang ke Kamar, Aku Colek dan Aku Pegang, Sudah!Pos Belitung/KolaseIlustrasi pencabulan bocah SD
POSBELITUNG.COM, BELITUNG – MA (69) tak mengaku telah mencabuli seorang bocah berusia tujuh tahun yang tak lain anak dari orang yang dikenalnya.

Parahnya lagi, si bocah masih duduk di kelas dua Sekolah Dasar (SD).

Warga Desa Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung yakin apa yang dilakukannya terhadap si bocah bukan pencabulan atau hal-hal yang negatif.

“Memang datang sendirilah dia (korban) ke kamar aku, terus aku suruh pergi dari kamar, tapi tidak mau. Habis itu aku colek, aku pegang, sudah,” Kata MA kepada posbelitung.com, Kamis (11/1/2017).

Ma mengaku sudah lama mengenal bocah itu, namun memang tidak memiliki hubungan keluarga.

Si bocah dulunya memang sering berada di rumah Ma.

“Gimana ya ngomongnya, susahlah. Tapi dari dulu memang keluarga saya dengan mereka ini sudah dekat. Cuma itu saja lah aku dengan bocah itu,” ujarnya.

Dua Kali Dicabuli

Ma diduga telah melakukan tindakan tak senonoh kepada bocah tujuh tahun sebanyak dua kali.

Semua bermula pada Februari 2016 lalu.

Polisi menduga Ma melakukan aksi tak wajarnya di kamar tidur rumahnya.

Kala itu kondisi rumah sedang sepi dan hanya ada korban dan pelaku didalamnya.

“Pertama pagi hari pelaku melakukan persetubuhan kepada korban, kedua malam hari, dihari yang sama,” kata Kanit PPA Satreskrim Polres Belitung Bripka Marlian Oktahara kepada posbelitung.com, Kamis (11/1/2018).

Cerita ke Kakak

Perisitiwa nahas yang menimpa bocah tujuh tahun ini diduga sudah tersimpan rapat sejak lama.

Namun, apapun yang menjadi kebohongan tetap saja akan tercium meski berbulan-bulan atau bertahun-tahun disimpan.

Orangtua si bocah, YU (45) mengaku baru melaporkan kejadian ini ke Polres Belitung beberapa hari lalu.

Awalnya, tak ada yang mengetahui cerita kelam ini.

Entah mengapa, si bocah membuka ceritanya kepada sang kakak. 

“Ketahuannya memang baru beberapa hari kemarin, waktu itu korban sendiri yang cerita kepada kakaknya, setelah melihat anak saudaranya dimarahin oleh pelaku,” ucapnya.

Polisi, telah melakukan visum kepada korban dan mengamankan barang bukti (BB) berupa pakaian korban.

“Setelah melapor korbannya, pelaku langsung kami jemput. Pelaku dan pelapor, sekarang sudah kami lakukan pemeriksaan, dan diproses lebih lanjut,” ujarnya. (*)

Bukan Keluarga

Kanit PPA Satreskrim Polres Belitung Bripka Marlian Oktahara menjelaskan dari informasi yang diterima penyidik terkait hubungan Ma dan keluarga si bocah ternyata tak ada kaitannya.

Ma sama sekali tak ada hubungan keluarga dengan si bocah.

Hanya saja, memang kedekatan keluarga ini kepada Ma sudah kenal dan tahu sama tahu saja. 

“Tidak ada hubungan keluarga, hanya saling kenal saja. Terutama antara pelapor dan pelaku itu saja,” ucap Marlian.

UU Perlindungan Anak

Kini, Ma harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. 

Ia saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif penyidik Polres Belitung.

Polisi menjeratnya dengan pasal 81 ayat (1) dan 82 ayat (1) undang – undang nomor 35 tahun 2014 tentang tentang perlindungan anak.

“Laporannya sudah kami terima secara resmi, dan pelaku juga sudah kami amankan. Pelaku diduga telah menggauli anak pelapor,” kata Marlian.

Pelaku kini sudah berada dibalik jeruji besi buat mempertanggujawabkan perbuatannya. (*)

Sumber : belitung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *