Azab Datang Seketika, Wanita Bercadar Tewas Usai Zina Dalam Mobil

oleh

Azab Datang Seketika, Wanita Bercadar Tewas usai Zina dalam Mobil
SURYAMALANG.COM, KEDIRI – Kasus pembuangan wanita bercadar di Masjid Anas bin Fadolah, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, sungguh mengagetkan banyak orang. 

Berkat kerjas keras polisi, tersangka pembunuh wanita itu diketahui bernama Makrus (39) asal Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Sedangkan korbannya adalah Nurul Khotimah (38) asal Kediri tapi tinggal di Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. 

Mereka berteman dekat sejak SMP. Nurul kemudian menikah dengan Suyanto dan memiliki dua anak. 

Adapun Makrus juga sudah menikah dan punya dua anak. 

Namun, sejak empat tahun terakhir, Nurul dan Makrus diketahui menjalin hubungan asmara.

Perselingkuhan itu sebenarnya diketahui  Sunaryo lalu bercerita pada mertuanya, Rusdi (65).

Sunaryo pernah menyita ponsel istrinya hingga enam kali. Padahal, Nurul sudah menaruh ponselnya dalam tong sampah tempat limbah kain bekas jahitan produk garmen buatannya.

Makrus pun tahu riwayat percakapan telepon istrinya dengan tersangka Makrus.

Namun ternyata, mereka terus berhubungan. Bahkan, Makrus meminta agar Nurul menceraikan suaminya.

Selanjutnya, Makrus bermaksud menikahi Nurul sekaligus mencukupi segala kebutuhannya untuk menghentikan perbuatan maksiat mereka. 

Sebaliknya, Nurul ternyata berubah pikiran. Ia memutus perselingkuhan itu secara sepihak. 

Kisah ini SURYAMALANG.COM rangkum berdasarkan wawancara dengan penyidik, tersangka dan mertua Suyanto. 
VIDEO - CLBK Berujung Pembunuhan Wanita Bercadar, Mayatnya Dibuang di Halaman Masjid
Pada Kamis (4/1/2018) pagi, awal petaka itu bermula. 

Makrus pamit kepada istrinya hendak ke Tulungagung.

Pada saat bersamaan, Nurul mengantarkan anaknya mengendarai sepeda pancal ke sekolah di dekat kawasan rumahnya. 

Saat itu, Sunaryo mengantarkan putri sulungnya melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren di Solo, Jawa Tengah.

Makrus dan Nurul pun sepakat bertemu di kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung.

Kamera Closed Circuit Television (CCTV) dari RSUD itu merekam detik-detik Nurul masuk gang, disusul Makrus yang naik mobil Grand Livina.

Nurul kemudian menitipkan sepeda angin ke tempat penitipan tidak jauh dari lokasi. Ia lantas masuk mobil Makrus.

Kepada polisi, Makrus mengaku, sebelum membunuh sempat berzina dengan Nurul.

Itu mereka lakukan dalam mobil yang diparkir di pinggir jalan sepi kawasan Tulungagung.

Hasil otopsi dokter Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri juga menemukan sampel cairan sperma dalam alat kelamin korban.

“Pengakuan tersangka memang seperti itu,” ujar Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Hanif Fatih Wicaksono, Rabu (10/1/2018) lalu.

Menurut dia, tersangka membunuh dengan cara menjerat leher korban di perbatasan Kediri – Jombang.

Makrus kemudian menuju Pagu, Kediri. Ia sempat berputar-putar di area masjid, kemudian masuk gang di dekatnya.

Bahkan, tersangka sempat salat dalam masjid itu karena masih banyak orang yang berteduh dari hujan.

Setelah itu, Makrus keluar masjid dan naik mobil untuk membeli spidol dan kertas bergaris. Isinya, pesan berisi agar jenazah dirawat dengan syariat Islam dan jangan cari identitasnya. 

Setelah melihat ada kesempatan, Makrus menaruh jasad kekasih gelapnya itu di halaman samping masjid.

Selanjutnya, Makrus pulang ke rumahnya, sekitar satu jam dari lokasi kejadian.

Berbekal bukti petunjuk dan keterangan keluarga korban, polisi pun menangkap tersangka.

Azab bagi perzinaan antara lelaki beristri dengan wanita bersuami ini sungguh terjadi seketika.

Wanitanya tewas, lelakinya berpeluang dipenjara sangat lama. 

Sumber : Surya Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *