Tren Kecantikan Yang Tengah Digandrungi

oleh


Pada 2018, tren perawatan kecantikan akan sedikit bergeser dikarenakan adanya faktor dari dunia digital seperti sosial media, di mana orang-orang senang untuk membagikan fotonya, dan pergantian perilaku orang yang selalu ingin tampak bagus.

Beberapa tahun silam, orang percaya jika cantik itu identik dengan kulit putih, sehingga akhirnya melahirkan tren kecantikan yaitu whitening, sebuah perawatan agar orang dapat memiliki kulit putih dan bersih. Namun sekarang orang-orang beralih dengan Korean Wave, atau demam Korea, sehingga masyarakat ingin memiliki tampilan seperti selebritis Korea yang dilihatnya.

“Korean Wave itu berdampak terus sehingga lahirlah tren V Shape,” ujar Dr. Lanny Juniarti, President Director Miracle Group di Jakarta, pekan lalu.

V Shape adalah bentuk bagian wajah yang membentuk huruf V yang banyak dimiliki selebritis Korea. Selain itu, orang juga saat ini selalu ingin tampil lebih karena di sosial media terdapat beberapa fitur yang menampilkan live – atau video secara langsung.

“Karena kalau video live seperti itu kan muka tidak bisa diedit dan orang ingin tampil estetik dan sempurna dari segala angle,” jelas Lanny.

Perkembangan sosial media sangat mempengaruhi perkembangan perawatan kecantikan karena saat ini yang gemar mengunggah foto atau video ke jejaring sosial bukan hanya selebritis, melainkan juga orang biasa.

“Karena sekarang kecantikan itu sudah menjadi gaya hidup,” terangnya.

Lanny menuturkan untuk perawatan kecantikan yang akan menjadi tren di 2018 kemungkinan adalah Reshape, Relift, dan Contouring, sebagai salah satu perawatan ideal untuk orang agar selalu kelihatan sempurna.

Reshape adalah membentuk kembali struktur wajah sehingga menjadi lebih ideal terutama bagian wajah bagian bawah agar terlihat lebih V Shape.

Relift merupakan perawatan untuk mengencangkan kembali kulit khususnya di bagian wajah yang sudah kendor. Sementara itu, Contouring adalah membentuk wajah untuk kembali ideal dan proporsional menjadi sempurna secara tiga dimensi.


“Kalau Reshape kan itu dua dimensi, di luarnya saja. Kalau facial Contouring dilihat dari bentuk-bentuk kecil dan detail dari wajahnya,” tutur Lanny.

Outlook tren perawatan kecantikan 2018 ini dipercaya akan meningkat dikarenakan kebutuhan orang untuk mempercantik diri dengan tindakan non-surgery juga meningkat, sehingga tindakan pembedahan akan menurun.

“Jadi semisalnya yang ingin punya rahang lebih kecil tidak perlu dipotong segala, bisa melakukan injectable,” katanya.

Injectable merupakan salah satu perawatan kecantikan tanpa bedah seperti suntik botoks agar pipi menjadi tirus atau tanam benang yang sebenarnya sudah lama ada. Sehingga orang tidak perlu dirawat di rumah sakit atau memiliki pantangan untuk menjadi cantik. gma/R-1

Tidak Harus Menjadi Orang Lain

Menurut Lanny ada empat tujuan orang untuk datang ke klinik kecantikan. Positive aging, transformation, beautification, dan correction. Correction biasanya dijumpai pada orang-orang yang memiliki masalah pada wajah sehingga membutuhkan solusi agar permasalahan seperti timbulnya jerawat bisa diatasi.

Beautification yaitu karena orang ingin memiliki tampilan wajah yang menjadi lebih menarik dari sebelumnya. “Beautification ini semakin menggemuk jumlahnya dan semakin mendominasi pasar di dunia kecantikan,” terang Lanny.

Sementara itu Transformation biasanya dijumpai pada umur-umur 30 hingga 40 tahunan yang ingin kelihatan lebih muda dari usianya. Sedangkan Positive aging adalah usia orang-orang yang sudah sadar kulitnya mengendur. Selain itu, berbeda dengan beberapa tahun yang lalu yang kebanyakan mendominasi pasar dunia kecantikan adalah wanita dewasa yang berusia di atas 30 tahunan, sekarang justru pasar ini sudah banyak didatangi oleh anak-anak muda, generasi millenial.


“Karena sekarang yang untuk melakukan reshape wajah, usianya yang jauh lebih muda karena kemungkinan pengaruh dari Korean Wave itu,” ungkap Lanny.

Namun, sebagai dokter kecantikan, tidak selalu harus menuruti apa kata pasien terutama pasien yang usianya masih muda semisalnya usia 16 hingga 17 tahun. Karena secara psikologis, pasien tersebut masih belum stabil dan terkadang menginginkan ekspektasi yang tidak wajar.

“Jadi sebagai dokter tidak selalu harus bilang iya, kita harus memilah-milah juga,” terangnya.

Ia mengatakan bahwa ingin klien yang dimilikinya mempunyai kualitas hidup lebih baik tanpa harus menjadi orang lain. “Untuk menampilkan versi terbaik dari orang tersebut dan tidak mau melakukannya secara berlebihan,” ungkap Lanny.

Ia menambahkan bahwa menjadi tertarik harus memiliki harmoni, jadi tidak overdosis dalam melakukan perawatan kecantikan dan menggunakan make up. “Jadi membantu klien juga untuk tampil lebih baik dengan seimbang,” tutupnya. gma/R-1

Tumbuhnya Bisnis Kecantikan

Pada 2017 adalah tahun yang buruk untuk bisnis retail. Karena sejumlah retail banyak yang tutup, namun berbeda dengan perkembangan bisnis perawatan kecantikan.

Setiap tahunnya, bisnis perawatan kecantikan terus mengalami pertumbuhan. “Orang sekarang bersedia mengeluarkan uang lebih untuk menjadi cantik, karena kecantikan itu sudah menjadi gaya hidup,” ujar Jack Mussry, Deputy CEO Markplus.Inc.

Meskipun masih banyak orang yang tidak mau menghabiskan uangnya untuk berbelanja hal lainnya, tetapi untuk beberapa produk kecantikan orang memilih untuk mengeluarkan uang lebih banyak.

“Tidak cuma orang-orang yang berumur, sekarang sudah bergeser ke generasi millenial, khususnya di kota-kota besar,” ungkap Jack.


Bisnis kecantikan di Indonesia bertambah 10,6 persen karena masih banyak yang memakai produk perawatan kulit dan kecantikan, apalagi sekarang laki-laki juga sudah mulai peduli pada grooming, fashion, dan lainnya.

“Tetapi orang Indonesia semakin pintar, tidak hanya sekedar hasilnya saja yang bagaimana, tetapi juga tentang pelayanannya harus bagus dan kepercayaan dirinya terangkat dan bisa diakui oleh lingkungannya,” lanjut Jack.

Apalagi untuk generasi Z yang sangat ingin diakui oleh lingkungannya terutama banyak para millenial yang senang mengunggah foto di sosial media. Selain itu, advocacy juga dinilai sebagai salah satu cara marketing yang paling bagus untuk bisnis kecantikan.

Advocacy adalah pemakaian atau tidak pemakaian produk tetapi diceritakan pada orang lain sehingga orang lain dapat suka atau ikutan. “Dimulai dari kesadarannya,” katanya. Selain itu, untuk menciptakan suatu brand juga tidak hanya sekedar brand saja, tetapi juga harus seperti orang hidup. Jadi harus memiliki physically, intellectuality, sociability, emotionally, personality, dan morality yang bagus. gma/R-1

Sumber : Koran-jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *