Bikin Emosi! Pengacara Muslim Dinodai Gara-Gara Pakai Jilbab Di Ruang Pengadilan

oleh


SURATKABAR.ID – Ada berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh mereka yang memilih untuk menjalani profesinya di dunia hukum. Kebanyakan berupa ancaman maupun cacian dari pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh si pengacara.

Namun seorang trainee lawyer muslim berdarah Maroko satu ini harus menerima penghinaan melebihi caci maki pihak lawan klien yang ia bela. Dan parahnya lagi ia harus dipermalukan hanya karena identitas yang ia kenakan sebagai seorang wanita muslim, seperti dilansir dari laman Republika.co.id.

Ketika menghadiri sidang yang diadakan di pengadilan administrative regional di Bologna, Asmae Belfakir diperintahkan oleh Hakim Giancarlo Mozzarelli untuk melepas jilbab yang dikenakannya. Dan karena menolak, ia pun diminta meninggalkan ruang persidangan.

Asmae Belfakir menuturkan ia bersama semua pengacara lainnya yang terlibat dalam kasus tersebut memasuki ruang sidang. Hakim meminta wanita berjilbab ini untuk melepaskan sesuatu, tetapi tanpa mengatakan ‘jilbab’, dan bahkan tidak menatap pengacara wanita tersebut.

“Saya pikir dia hanya menginginkan seseorang untuk melepaskan mantel mereka, saya tidak bisa membayangkan dia sedang berbicara dengan saya. Lalu saya menatap matanya dan menyadari. Saya kesal dan saya berkata menyelesaikan kalimatnya, ‘jilbab’?” tuturnya, dikutip dari Republika.co.id, Selasa (23/1/2018), melansir dari Anadolu Agency.

Hakim menjawab tanggapan Belfakir dengan memberikan pilihan yang dinilai sangat mempermalukan dirinya di depan para pengacara lainnya. “Segera setelah itu, dia berkata: ‘Ya, jika Anda ingin tinggal di ruang sidang ini, Anda harus melepasnya.”

Belfakir sontak menjawab, “Saya tidak akan melepasnya. Saya pergi keluar!” serunya sambil melangkah meninggalkan ruang persidangan tempat ia seharusnya hari itu belajar lebih dalam tentang pekerjaan dan memahami seperti apa penerapan hukum.

Wanita tersebut baru saja membuka pintu untuk meninggalkan ruangan persidangan ketika ia mendengar hakim berkata kepada mereka yang hadir pada waktu itu, bahwa hal tersebut dikarenakan rasa hormat dari budaya dan juga tradisi mereka.

“Saya tidak berada di sana untuk dipermalukan karena agama saya. Saya mendengar banyak hal tentang hakim itu, modus operandinya dan pikiran pribadinya,” lanjut Belfakir yang kemudian membandingkan perlakuan hakim kepada dirinya dengan perlakuan hakim kepada biarawati dengan jilbab.

Ia menambahkan, seorang hakim sepatutnya lebih mengetahui alasan seorang wanita mengenakan syal dan hal tersebut tetap tidak akan mempengaruhi pemeriksaan di pengadilan maupun keahlian mereka sebagai seorang trainee lawyer.

Sumber : SuratKabar.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *