Depan Al Markaz Masih Jorok Jelang Kedatangan JK Hingga Suara 0 Dalam Pilres Unhas

oleh

Depan Al Markaz Masih Jorok Jelang Kedatangan JK Hingga Suara 0 dalam Pilres Unhas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR –  Pesawat Kepresidenan Boing 737-400 dijdawalkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Mandai, Maros, sekitar pukul 12.00 wita, Kamis (25/1/2018) hari ini.

Pesawat itu mengangkut  Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla bersama rombongan.

Juru Bicara (Jubir) Wapres, Husain Abdullah, mengatakan, Pesawat Kepresidenan itu ) bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pagi ini.

Di Palangkaraya, w Wapres akan menjadi saksi akad nikah Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran. Setelah itu, Wapres melanjutkan perjalanan ke Makassar.

“Selama dua hari di Makassar, ada dua agenda utama Wapres yang direncanakan. Pertama, menerima anugerah gelar doktor kehormatan dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; kedua, meresmikan gedung baru Universitas Fajar (UNIFA) Makassar yang terletak di Jalan Prof. Abdurahman Basalamah No 101, Panakkukang,” jelas Husain.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIV Hasanuddin, Kolonel Alamsyah, kemarin, mengatakan, kemungkinan Wapres Salat Magrib di Masjid Al Markaz Jenderal M Jusuf, petang ini.

Sebelumnya, Tribun-Timur.com, memproleh informasi JK akan melaksanakan Salat Jumat di Al Markaz.

Sudah menjadi rahasia umum segenap pengurus Badan Pengurus Harian (BPH) Al Markaz bahwa jika JK yang juga Ketua Yayasan Islamic Centre datang ke Al Markaz, maka pertanyaan pertamanya adalah kondisi kebersihan dan keindahan sekitar Al Markaz.

Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang semrawut dan jorok di sekitar Al Markaz selalu menjadi sumber “kemarahan” JK dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, hingga Rabu (24/1/2018), 20-an lapan PKL masih berdiri di sekitar pagar Al Markaz.

Pilrek Unhas

JK ke Makassar sehari setelah Pemilihan Rektor (Pilres) Unhas Tahap Senak Akademik Universitas digelar. Ada fakta menarik dalam pemilihan ini. Seorang kandidat rektor tak meraih suara sepeserpun, 0. Sedangkan tiga kandidat lainnya hanya masing-masing meraih satu suara. 

Kenyataan itu menjadi perbincangan di sejumlah group WhatsApp yang dihuni alumni Unhas. Ada yang menulis “terlalu kasarki fellenga” (adekan terlalu kasar).

Dua kandidat, Prof Dwia Aris Tina Palubuhu dan Dr Muhammad Ramli (Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FT Unhas), melaju ke tahap Pilrek Unhas berikutnya.

Prof Dwia dan Dr Ramli akan bersaing memperebutkan suara Majelis Wali Amanat (MWA). Rektor Unhas akan ditentukan oleh 19 orang anggota MWA, termasuk JK dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.(*)

Bagaimana kondisi terkini PKL sekitar Al Markaz jelang kedatangan JK?
Mengapa PKL itu belum juga ditertibkan padahal wapres sudah berkali-kali menginstruksikannya?
Seperti apa proses Pemilihan Rektor Unhas yang menyebabkan satu kandidat tidak meraih satu pun suara?
Siapa-siapa 19 orang penentu Rektor Unhas?

BACA SELENGKAPNYA DI TRIBUN TIMUR CETAK EDISI KAMIS, 25 JANUARI 2018 

Sumber : Tribun-makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *