Gempa Bikin Takut Pulang, 90 Keluarga Warga Desa Ini Jalani Terapi Trauma Di Pengungsian

oleh

Warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor masih enggan untuk kembali ke rumah karena mengalami trauma kejiwaan.
POJOKJABAR.com, BOGOR – Gempa yang terjadi di Lebak Banten dengan kekuatan 6,4 SR itu berdampak serius bagi warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Mereka masih enggan untuk kembali ke tempat semula karena mengalami trauma kejiwaan.

Salah satu korban bencana di camp pengungsian di Kampung Citalahab, Desa Malasari Erna (26) mengaku masih trauma pasca gempa kemarin.

Terlebih, setelah gempa  dirinya masih merasakan lima kali gempa susulan. Pada saat kejadian gempa pertama kali, dirinya tengah menggendong anaknya yang berusia 1,5 tahun dan ketika gempa terjadi sekitar satu menit dirinya lari ke luar melalui pintu dapur.

“Getarannya tidak sebesar yang pertama, tapi kami takut. Terlebih anak-anak, juga ruang dapur dan kamar mandi rumah saya roboh setelah gempa. Beruntung semua selamat. Hingga kini, untuk kembali ke rumah mengambil barang-barang pun takut,” paparnya.

Menanggapi hal itu, salah satu tim dokter yang berada di panampungan Citalahab, dr Dodo, membeberkan bahwa mengembalikan kondisi psikologis korban bukan perkara mudah.

“Terlebih dari jumlah 90 keluarga yang berada di tempat pengungsian sebagian besar merupakan anak-anak dan lansia,” terangnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, selain membutuhkan pasokan logistik, para korban bencana alam juga memerlukan terapi pemulihan stres dan trauma, terlebih bagi anak-anak.

“Ya, karena mereka sempat terkurung di barak-barak pengungsian dan tak bisa ke mana-mana,” paparnya.

Sementara itu koordinator pemantau pergerakan tanah BMKG Jakarta, Yudo, mengatakan setelah terjadi gempa utama dengan titik pusat di Lebak, Banten terdata sekitar 40 gempa susulan dengan getaran yang  berbeda-beda.

Timnya pun datang ke lokasi bencana untuk memastikan jika adanya pergeseran tanah.

“Laporan tersebut, nantinya akan kami kaji dan laporkan ke pusat,” tutupnya.

 
(Iks/ pojokjabar)
 

Sumber : Pojoksatu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *