GPdI Sulut Angkat Beberapa Isu Ini Di Forum Nasional

oleh

GPdI Sulut Angkat Beberapa Isu Ini di Forum Nasional
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Komisi Daerah Pemuda Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara menghadiri Forum Tatap Muka Nasional (Fortapnas) ) Pimpinan Pemuda GPdI bertempat di di Hotel and Convention Bess Resort & Waterpark Lawang, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (24/1/2018).

Ketua Komisi Daerah Pemuda GPdI Sulut Pendeta Johanis Earl Mamahani dalam keterangannya di sela acara pembukaan Fortapnas mengatakan, soal pergumulan yang dihadapi pemerintah RI terkait masalah peredaran narkoba, pernikahan di usia dini dan meroketnya angka pengangguran serta adanya kelompok orang yang disebut lesbian gay biseksual transgender atau LGBT.

“Belum lagi dengan berbagai kasus kekerasan lainnya seperti merebaknya penggunaan senjata tajam di kalangan anak muda, adalah rekomendasi buah-buah pikiran yang dihasilkan melalui rapat koordinasi daerah pemuda, Sabtu (20/1 2018) di Hotel Quality Jalan Piere Tendean Kota Manado,” katanya.

Mamahani yang didampingi Bendahara KP Pemuda Meyling Tanos-Tampi mengatakan, selaku pemuda gereja melihat masalah yang melilit kehidupan orang muda sesungguhnya bukan saja hanya menjadi beban dan tugas pemerintah serta aparat keamanan, melainkan harus menjadi panggilan dan beban serta tanggung jawab gereja.

“Kami sadar masalah ini tidak hanya beban dan tugas Negara, tapi juga persoalan yang melilit orang muda ini, telah menjadi panggilan, beban serta tanggung jawab bersama, untuk kita carikan solusinya,” ujar Mamahani.

Ia mencontohkan soal meningkatnya angka pengangguran di Sulut yang kian tahun seakan sulit dibendung. Mamahani menjelaskan, hal itu disebabkan karena melemahnya pola dan sikap anak muda dalam melakukan terobosan demi mencibtakan lapangan pekerjaan baru.

Kendati memiliki sumber daya manusia (SDM) yang di atas rata-rata secara nasional, justru para pencari kerja yang dari daerah luar lebih mendominasi pemenuhan tenaga kerja di beberapa sektor dunia usaha.

Anak muda Manado, kata dia, memberi contoh, lebih memilih-milih kerja seperti menjadi aparatur sipil negara (ASN) yang sejenisnya ketimbang membuka lapangan kerja baru dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan sumber daya usaha di daerah Nyiur Melambai Sulut. “Kesadaran ini sangat urgent serta mendesak untuk dicarikan solusinya oleh pemuda gereja,” katanya.

Hamba Tuhan yang juga Gembala GPdI Betlehem Winangun Atas ini prihatin soal penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda, kemudian terjadinya peningkatan angka pernikahan di usia dini serta perilaku amoral dan tidak kekerasan lainnya.
Hal itu bermuara pada tergilas dan hancurnya masa depan generasi muda akibat minimnya pengetahuan pendukung tentang potensi lapangan kerja bagi kalangan anak muda.

“Tindakan yang kita butuhkan saat ini adalah, gereja sebagai mitra sejajar pemerintah, harus segera bertindak selaku fasilitator dan relawan di bidang pemulihan jiwa, ahlak dan moral yang bertujuan untuk membangun semangat baru anak muda, melalui pelayanan kerohanian yang berorientasi pada visi dan misi Tuhan Yesus Kristus,” tuturnya. *

PERGUMULAN PEMERINTAH RI
– Masalah peredaran narkoba
– Pernikahan di usia dini
– Meroketnya angka pengangguran
– Adanya kelompok orang yang disebut LGBT
– Merebak penggunaan senjata tajam di kalangan anak muda

Sumber : Manado-tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *