Ketika Pak RT Sibuk Mengurus KTP

oleh

Ilustrasi

PANTESAN Pak RT Husin (50) nama samaran, rajin mengurus KTP warga ke kelurahan. Tak tahunya, dia punya cem-ceman PNS kelurahan. Skandal itu terbongkar ketika anak Husin memergoki video mesum ayahnya sedang hubungan intim dengan oknum PNS, sebut saja Sriyanti (43).

Urusan pun sampai ke polisi dan Pemkot Palembang. Jadi RT-RW itu pekerjaan sukarela, pekerjaan sosial nirlaba.

Rasanya hanya Jakarta yang RT-RW-nya dapat honor Pemda, daerah lainnya semua bersifat pengabdian. Karena RT-RW itu kerja capek malah dikritik melulu oleh warga, banyak orang tak mau jadi pengurus RT-RW. Indikasinya, jika ada pemilihan RT-RW banyak warga yang malas hadir.

Tapi di Palembang, Husin warga Jakabaring, senang dan happy ditunjuk jadi Ketua RT di lingkungannya. Apa motifnya? Apa mau memperbaiki lingkungan di daerah tempat tinggalnya? Ternyata bukan! Dia siap sedia jadi Ketua RT, karena ada alasan sering ke kantor kelurahan untuk mengurus KTP warga. Maklum, di sana ada janda bahenol yang jadi cem-cemannya selama ini.

Husin ditunjuk jadi RT sekitar 4 bulan lalu, nyaris tanpa pesaing. Tanpa pakai isyu SARA, tanpa nakut-nakuti orang takkan disalati jenazahnya, dia menang mudah hanya satu putaran. Begitu jadi RT langsung bikin gebrakan, warga dapat bak sampah dengan DP nol rupiah. Tiap malam ada Siskamling Plus, artinya peronda diberi jaminan snack dan ngopi bergiliran dari warga.

Yang menarik, Pak RT Husin ini entengan. Warga yang mengurus KTP tak perlu berangkat sendiri ke kelurahan. Asal sudah diteken RT-RW, Pak RT yang akan mengurus langsung ke kelurahan. Warga cukup datang saat pengambilan foto dan rekam data. Sebab Pak RT Husin memang punya semboyan, “Bersama RT Husin semuanya bisa!”

Kenapa sebegitu rajinnya Pak RT jadi pelayan masyarakat? Ternyata karena di kantor lurah dia jadi sering ketemu dengan janda Sriyanti yang bertugas di bagian KTP tersebut. Dari seringnya ketemu, ternyata benih-benih cinta mulai tumbuh. Pak RT jadi lupa pada istri dan anak-anaknya yang mulai berangkat dewasa.

Janda Sriyanti memang tidak lagi muda, tapi STNK-lah. Meski usia sama dengan bini di rumah, tapi dia menang lebih baru, body full kaleng, surat-surat komplit, dan yang penting: jarang pakai! Yang sangat membuat Pak RT bahagia luar biasa, Sriyanti tak berkeberatan diajak koalisi, meski tanpa mahar Rp 40 miliar pula.

Body Sriyanti memang full kaleng, sekel nan cemekel, kata orang Jawa Palembang. Karena sudah siap berkoalisi, dilanjutkan dengan “eksekusi” siapa takut? Maka di sebuah hotel di kota Palembang, koalisi komplit itu dilaksanakan.

Sejak itu Pak RT makin rajin saja mengurus KTP warga. Asyik kan, habis urus KTP pegawai kelurahan itu bisa ditimpe!
Sekali waktu, saat mereka berkoalisi di ranjang hotel, eh….dengan bangganya direkam pakai HP. Katanya untuk kenang-kenangan. Padahal durasinya juga hanya 3 menit, kalah rosa-rosa sama Mbah Marijan dari Gunung Merapi. Namun demikian itu merupakan moment bersejarah bagi pasangan Husin-Sriyanti tersebut.

Tapi rupanya Husin ini lelaki paling ceroboh se Palembang. Tahu HP-nya ada video mesum, ditaruh sembarangan.

Akhirnya sang anak membuka. Begitu terlihat bapaknya begituan dengan wanita lain, si anak lapor ke ibu. Ny. Husin pun shock, sehingga dia langsung lapor polisi dan ke Pemda Palembang, minta skandal suaminya dengan PNS kelurahan itu diusut. “Mereka harus diberi pelajaran,” kata Ny. Husin. Keluarga jadi malu, karena suami tak bisa jaga kemaluan! (jpnn)

Sumber : Metrosiantar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *