Orangtua Tewas Pelukan, Fauzi: Mereka Meninggal Dalam Suasana Gembira

oleh

cuaca buruk, bencana longsor, pasutri tewas, desa candikuning
EVAKUASI: Jenazah pasutri Mistiari, 52, dan Murniati, 43, dievakuasi petugas dan dibawa pulang ke Probolinggo untuk dimakamkan (Istimewa)

TABANAN – Janji sehidup semati dibuktikan pasangan suami istri Mistiari, 52, dan Murniati, 43. Pasutri asal Probolinggo, Jawa Timur,

itu ditemukan tidak bernyawa dalam posisi saling berpelukan akibat tertimbun longsor yang menimpa rumah semi permanen yang mereka tinggali selama ini.

Saat longsor terjadi keduanya diperkirakan sedang tertidur. “Pasutri ini kesehariannya bekerja sebagai buruh di kebun sayur milik Pak Wayan Puja Umbara.

Korban ditemukan dalam keadaan tertindih oleh tembok bangunan,” terang Kapolsek Baturiti, Kompol I Nengah Sumadi.

Asman Alkhoir, 17, salah satu anak korban mengatakan jenazah kedua orangtuanya akan dibawa pulang ke Jawa menggunakan ambulans RS Tabanan.

Asman dan sang kakak Fauzi bekerja di salah satu tempat cuci motor di Baturiti. Asman dan kakaknya tidak memiliki firasat apapun terkait musibah yang menimpa orangtuanya yang baru dua tahun berada di Baturiti. 

Sementara, Ahmad Fauzi menerangkan, saat meninggal kedua orangtuanya di rumah bedeng masih dalam suasana gembira.

Bahkan, Senin pagi mereka ada pertemuan dengan calon besan untuk membicarakan rencana pernikahan Fauzi. “Suasana masih gembira. Dengan kejadian ini rencana pernikahan saya diundur,” ungkapnya.

Di lain bagian, Perbekel Desa Candikuning, I Made Mudhita saat dikonfirmasi menyebutkan, pasangan suami istri tersebut telah bekerja selama dua tahun di Banjar Bukitcatu.

“Keduanya saat ditemukan dalam posisi berpelukan. Mungkin saat kejadian sedang tidur,” jelasnya.

(rb/san/mus/mus/JPR)

Sumber : Jawapos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *