Setelah Dinyatakan Meninggal, Korban Ternyata Masih Hidup, Dokter Pun Dituduh Atas Pembunuhan

oleh

Setelah Dinyatakan Meninggal, Korban Ternyata Masih Hidup, Dokter pun Dituduh Atas Pembunuhan
TRIBUNPEKANBARU.COM – Seorang dokter salah satu rumah sakit di India dilaporkan ke pihak kepolisian setelah menyatakan pasiennya meninggal dunia.

Kejadian berawal saat pasien bernama Krishan Kumar (44) dirujuk ke RS BHEL di Haridwar, India, Jumat (12/1/2018).

Krishan saat itu mengeluhkan sakit di bagian dadanya.

Namun, setelah melakukan perawatan, dokter pun menyatakan Krishan meninggal dunia pada jam 2 siang waktu setempat. 

Dia kemudian dibawa ke kamar mayat.

Namun, Krishan ternyata disebut masih hidup selama sekitar 6 jam sebelum pemeriksaan autopsi, berdasarkan hasil pemeriksaan post-mortem yang dilakukan sehari setelah kematian.

Yogendra, saudara korban pun awalnya menemukan kecurigaan pada kondisi Krishan ketika melihatnya di kamar mayat.

Ia menemukan ada bekas air seni di tubuh Krishan, lalu menemukan juga bekas muntahan di sekitar mulut Khumar.

Yogendra pun melaporkan kejadian ini ke polisi.

Polisi kemudian meminta pihak  RS melakukan penyelidikan awal atas insiden tersebut.

Setelah semua dibeberkan, Yogendra pun menuntut dokter telah membunuh korban.

Tuduhan itu disampaikannya berdasarkan beberapa alasan, di antaranya, pertama, dokter dianggap telah menelantarkan perawatan korban.

Kedua, dokter dituduh membawa korban ke kamar mayat dimana temperaturnya mendekati titik beku.

Polisi kemudian memerintahkan penyelidikan lebih dalam dengan meminta laporan detail autopsi.

Panel dokter akan memverifikasi laporan autopsi dan akan dikabarkan pada minggu depan.

“Ini adalah masalah. Jika laporan panel mengatakan mereka bersalah, kami akan menindak tegas atas pernyataanya mengatakan korban sudah meninggal,” kata Ashok Gairola, Kepala Kepolisian setempat.

Pihak RS juga sepakat mendukung panel dokter dan pihak kepolisian untuk mengungkapkan kasus ini.

Aturan di sana menyebutkan, dokter itu hanya bisa ditahan apabila laporan panel RS sudah disampaikan.

TRIBUNNEWS/Efrem Limsan Siregar

Sumber : Tribun-pekanbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *