Terlihat Seperti Warung Biasa, Lihat Isi Dalamnya Ada Ratusan Liter Cairan Ini

oleh

Terlihat Seperti Warung Biasa, Lihat Isi Dalamnya Ada Ratusan Liter Cairan IniPos Belitung/KolasePetugas Satpol PP Kabupaten Belitung menemukan sejumlah minuman beralkohol jenis arak di sebuah warung, Rabu (24/1/2018).
POSBELITUNG.COM, BELITUNG – Banyak akal yang bisa dilakukan pelaku tindak kejahatan untuk menjalankan aksinya. 

Kali ini , ada aktivitas ilegal (tak berizin) terkait pengolahan pembuatan minuman beralkohol jenis arak.

Sekilas mata memandang tak ada yang menduga warung makanan semi permanen tersebut menjadi tempat yang diduga membuat dan menjual minuman jenis arak. 

Lokasinya terletak di Jalan Membalong RT 16/06 Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Semuanya terbongkar saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, Rabu (24/1/2018) sekitar pukul 16.00 WIB tiba di lokasi.

Setelah diperiksa, setidaknya ada tujuh jeriken arak siap jual.

“Termasuk tiga ember untuk produksi minuman tuak (arak) juga kami amankan. Kalau ditotal semua ada ratusan liter lah,” kata Plt Kasat Pol PP Kabupaten Belitung Alkar kepada posbelitung.com, Rabu (24/1/2018).

Awalnya petugas melakukan razia di tempat itu, kata Alkar karena ada laporan dari kepala desa setempat.

Ternyata setelah dikembangkan lokasi ini merupakan target operasi pihaknya.

Pemiliknya berinsial TM. Petugas pun sebelumnya sudah beberapa kali memberikan peringatan kepada pemilik namun diabaikan.

“Kami memang sudah berulang kali memberi peringatan kepada pemiliknya, karena istilahnya tidak mengindahkan peringatan kami, jadi langsung kami amankan,” ucapnya. (*)
 

Proses Hukum

Plt Kasat Pol PP Kabupaten Belitung Alkar mengatakan menyita barang bukti berupa tujuh jeriken arak yang ada dalam warung di Jalan Membalong RT 16/06 Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Apalagi, warung tersebut tak mengantongi izin lengkap.

Pemilik warung dimintai keterangan produksi tersebut. 

“Tentunya ini akan kami proses dulu, dan barang bukti kami amankan, setelah itu kami periksa. Habis itu baru kami limpahkan ke arah pidana atau peraturan daerah (perda),” kata Alkar.

Sumber : belitung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *